ZonaWestSumatra : Wajah baru Kantor PDAM dan KCU Bank BCA Padang



Kantor PDAM dan KCU Bank BCA ini direnovasi total pasca gempa 30 September 2009 lalu, dengan wajah baru, kedua kantor ini semakin menyemarakkan bangunan-bangunan glassy sepanjang jalan H. Agus Salim, Padang.


[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : PROYEK PELEBARANG JALAN TAMAN SISWA PADANG




[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : Progress Pembangunan Jalan Beton Padang-Solok






[Read More...]


Proyek DCC (Domestic Commercial Center) Simpang Haru Padang





[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : Penggunaan Jembatan Kelok 9 Untuk Mudik Masih Galau




Beberapa hari yang lalu Kementerian Pekerjaan Umum sempat memastikan Jembatan Kelok 9 tahap I sudah berfungsi mulai H-7 Lebaran sampai H+10 Lebaran. Ini sangat mendukung kelancaran arus lalu lintas antara Bukittingi, Sumatera Barat dan Pekanbaru, dan Riau. 

Pada H+10 jembatan kembali ditutup, karna apabila terus dibuka setelah H+10 Lebaran, dikhawatirkan kemacetan justru akan terjadi di lokasi itu menyusul banyaknya warga yang ingin berwisata. Hal itu akan diperparah dengan banyaknya pedagang yang menjajakan dagangannya di sepanjang jembatan.

Pengaturan mulai H-7 hingga H+10 Lebaran, sejumlah petugas khusus telah disiapkan untuk tujuan tersebut. Keputusan untuk membuka jembatan didasarkan atas pertimbangan teknis.

Tapi setelah beberapa hari sempat memastikan bahwa Jembatan Kelok 9 bisa difungsikan, muncul kabar bahwa Jembatan masih berpolemik. Rencana penggunaan fly over Kelok 9 untuk mengurai kemacetan saat mudik Lebaran nanti, hingga kini belum jelas. Pem­prov dengan DPRD Sum­bar pun belum menemui kata se­pa­kat soal penggunaan jalan tersebut.

“Secara teknis, kami belum tahu dari pihak pelaksana maupun dari pemprov, apakah fly over Kelok 9 sudah bisa digunakan selama mudik nanti atau tidak,” ungkap Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil ke­pada Padang Ekspres, ke­ma­rin, terkait persiapan Pemprov Sumbar menyambut arus mu­dik Lebaran 2012 ini.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Sumbar meminta peng­gu­naan fly over mudik nanti harus dikaji secara matang, karena masih dalam pe­nger­jaan tahap II dan baru bisa dio­perasionalkan 2013 men­da­tang.

Semoga saja polemik ini secepatnya selesai, dan ditemukan kepastian bahwa jembatan telah selesai dan siap digunakan untuk mengantisipasi tingkat kecelakaan dan kemacetan dikawasan eksotis tersebut.. :)


[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : Antisipasi Kemacetan, Alat Berat Disiapkan




Satlantas Polresta Padang menyiapkan dua mobil derek di titik rawan bencana dan kecelakaan selama arus mudik dan balik. Ini guna mengantisipasi terham­bat­nya kelancaran arus lalu lintas, jika terjadi bencana atau kecelakaan.

“Ada dua mobil derek disiapkan. Selain itu, Pos Lantas di Sitinjaulaut akan diaktifkan kembali,” kata Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Andiyatna, kepada Padang Ekspres, kemarin.

Jalan Padang-Solok memiliki medan yang cukup membahayakan. Selain ancaman long­sor, juga terjal sehingga rawan kecelakaan.
Ditambah, kondisi jalan yang belum normal tentu tidak tertutup kemungkinan akan men­jadi pemicu kecelakaan.

Karena itu, ka­wasan Sitin­jaulaut menjadi atensi penga­wa­san pihak ke­po­lisian pada saat mudik Le­baran.

Meski kondisi pem­ba­ngun­an jalan lintas Padang-So­lok ini belum selesai, namun akan tetap dibuka dua jalur pada saat H -7 dan H+7. Selain itu, untuk truk mulai pada H-7 ti­dak akan diperbolehkan me­lin­tas kawasan ini.

Kasat Lantas mengimbau pengendara agar selalu ber­hati-hati pada saat mengemudi ken­da­raannya. “Pastikan se­mua sa­fety berfungsi dengan baik se­hing­ga tidak meluncur ke ju­rang,” ujarnya.

Apel Siaga

Secara terpisah, Kabag Ops Polresta Padang Kompol M Yudi mengungkapkan Diren­ca­nakan hari ini Polda Sumbar bersama Polresta Padang dan seluruh pihak terkait yang terlibat dalam pengamanan arus mudik dan arus balik akan melaksanakan apel siaga di La­pangan Imam Bonjol Padang. 

“Ada beberapa daerah ra­w­an bencana yang menjadi perhatian Polresta Padang saat Lebaran nanti. Di antaranya, Jalan Raya Padang-Solok, Padang-Painan, Bukiklantiak, Bukit Gado-Gado, Sungai Bre­mas, dan Bukit Putus,” ungkap Yudi.

Daerah yang disebutkan di atas rawan longsor, karena daerahnya terdiri dari tebing yang labil, kemudian ada bebe­rapa bukit yang gundul, se­men­tara di sisi tebing ada jalan raya.

Untuk mengantisipasi dae­rah rawan bencana tersebut, menurut Yudi, Polresta Pa­dang akan berkoordinasi de­ngan pihak terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum untuk mensiagakan alat berat di daerah yang rawan longsor.

“Kemudian, kita juga akan berkoordinasi dengan Basar­nas dan BPBD apabila bencana terjadi. Untuk meminimalisir kemungkinan buruk, kita im­bau kepada pengguna jalan agar tidak melewati jalan yang rawan longsor apabila hujan lebat terjadi lebih dari dua jam,” paparnya.


[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : SELAMAT ULANG TAHUN KOTA PADANG KE 343 TAHUN





Hari ini (7 Agustus 2012), Kota Padang genap berusia 343 tahun. Di usia hampir tiga setengah abad ini, sudah banyak kemajuan dicapai, dan tentu masih banyak juga ”pekerjaan rumah” yang belum terselesaikan. Musibah gempa 7,9 SR September 2009, turut mempengaruhi kemajuan dan kemunduran pembangunan tersebut. Namun demikian, perlahan tapi pasti, Padang kini sudah ”membangun”, memperbaiki wajahnya yang hancur pascagempa.

Dapat kita lihat saat ini, sejumlah hotel yang hancur, kini sudah mulai berdiri. Malah tumbuh lebih banyak lagi. Hal yang sama juga dapat kita lihat, mulai dibangunnya sejumlah restoran, kafe, rumah makan, ruko, kantor bank, sekolah, showroom mobil, dan lain-lain. Pendek kata, dari segi infrastruktur, wajah Padang kini sudah sama seperti wajah sebelumnya, malahan lebih cantik. Seiring dengan itu, perputaran ekonomi di Kota Padang, kini mulai menggeliat.

Pasar Raya sebagai pusat perekonomian Kota Padang, kini pun telah mulai dibenahi.Mahyeldi dalam hal ini menyayangkan sejumlah oknum yang memanfaatkan kesempatan dalam kisruh Pasar Raya saat ini. ”Penelusuran saya di Pasar Raya, mayoritas pedagang setuju pembangunan baru Pasar Inpres ini. Pasar Inpres I sebenarnya, sudah bisa siap tahun 2010. Yang rugi sebenarnya seluruh warga kota, khususnya pedagang,” ungkap Mahyeldi.

Soal terminal angkot, kata Fauzi, Pasar Inpres dan Sentra Pasar Raya (SPR) jawabannya. Di lantai I Pasar Inpres I nantinya, akan dibangun terminal angkot, begitupula halnya di SPR. Terminal angkot nantinya juga akan dibangun di kompleks IWAPI, samping SPR.


Zona Batang Arau ke Kelenteng dikembangkan menjadi zona kuliner dan factory outlet. Sementara zona Kelenteng-Dobi akan dilestarikan. Kelima, pemulihan sarana pendidikan dan kesehatan. Keenam, pemulihan rumah warga. Ketujuh, pemulihan mental masyarakat. Hingga saat ini, Pemko tetap melakukan mitigasi bencana, baik simulasi dan persiapan sarana mitigasi bencana. Terakhir, perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana tata ruang wilayah (RTRW).


Tahun ini, Pemko menargetkan pertumbuhan ekonomi (PE) di kisaran 6-6,11 persen. Angka ini melebihi pencapaian pertumbuhan ekonomi tahun lalu, 5.8 persen. Ketua DPRD Padang, Zulherman pun optimis dengan angka tersebut. ”PE yang tinggi nantinya akan berpengaruh terhadap paradigma dan mindset investor agar mau menanamkan modalnya di Kota Padang,” 

referensi : padang ekspres

[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : Proyek Geothermal Solok Selatan



Proyek eksplorasi energi panas bumi (geothermal) untuk pembangunan PLTP Solok Selatan dimulai. Pada Agustus ini, dua sumur, sebagai langkah awal projek itu mulai digali. DPRD Sumbar menyiapkan Ranperda sebagai payung hukumnya.

Untuk tahap eksplorasi awal pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi akan dimulai pengeboran sumur pada Agustus tahun ini di titik A dan B.
Proyek senilai Rp6,5 triliun itu tengah dalam tahan tahap pembangunan jalan untuk akses dari jalan utama ke lokasi penggalian yang memiliki luas 86 hektare.

Dari survei yang telah dilakukan ditemukan tujuh titik pengeboran geotermal di Solok Selatan, tetapi satu sumur di antaranya berada di kawasan perkebunan teh dan sudah dipastikan tidak dapat dimanfaatkan.

Dari enam sumur yang direncanakannya, diperkirakan dapat menghasilkan tenaga listrik sedikitnya 400 mega watt (MW).

Pengeboran akan dilakukan hingga kedalaman dua sampai tiga kilometer dengan jangka waktu pengeboran selama satu bulan untuk masing-masing sumur.
foto oleh : maulinox(skyscrapercity.com)


SEKILAS TENTANG GEOTHERMAL

Energi geothermal (dari bahasa Yunani; geo = bumi, thermal = panas) yaitu energi yang memanfaatkan panas dari beberapa sumber, yaitu air panas atau reservoir uap yang terletak jauh di dalam perut bumi dan diakses dengan mengebor; reservoir geothermal yang dekat dengan permukaan bumi; dan geothermal dangkal dengan suhu berkisar 10° - 16° C. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari energi geothermal, yaitu :
Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil
Emisi yang ditimbulkan sangat kecil.
Energi yang dihasilkannya berkesinambungan mengingat panas yang dimanfaatkan jauh lebih kecil daripada sumber panasnya.
Pembangkit yang memanfaatkan energi geothermal bisa beroperasi tanpa terpengaruh waktu dan iklim, sehingga bisa berfungsi untuk memenuhi beban dasar listrik.
Selain itu energi geothermal juga mempunyai kekurangan-kekurangan, antara lain :
Air/cairan yang bersumber dari geothermal bersifat korosif.
Pada suhu relatif rendah, sesuai hukum termodinamika, efisiensi sistem menurun.
Pembangunan pembangkit listrik geothermal juga mempengaruhi kestabilan tanah di area sekitarnya.
Pembangkit listrik yang memanfaatkan energi geothermal dengan tipe dry steam dan flash steam melepaskan emisi karbon dioksida, nitrit oksida, dan sulfur meski dalam jumlah yang sangat kecil.
Air yang bersumber dari geothermal juga akan berbahaya bagi mahluk hidup jika dibuang ke sungai karena mengandung bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, arsenik, antimony dan sebagainya.
Bermacam sumber geothermal tersebut bisa digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk pembangkit listrik, pemanas maupun pendingin ruangan, gedung, ataupun pemanfaatan panasnya untuk jalanan, pertanian dan industri.

Pemanfaatan Langsung
Pemanfaatan secara langsung energi geothermal adalah dengan menggunakan panas yang dihasilkan tanpa melalui proses konversi energi. Sebagai contoh adalah air panas yang berada di kolam pemandian air panas biasanya bersumber dari suatu reservoir geothermal yang berada jauh di bawah permukaan bumi. Sejak ribuan tahun yang lalu manusia telah memanfaatkan sumber mata air panas untuk keperluan mandi, memasak makanan dan sebagainya. Kini, sumber mata air panas masih digunakan untuk spa. Sistem yang lebih canggih dalam pemanfaatan secara langsung energi geothermal adalah dengan melakukan pengeboran reservoir geothermal untuk mendapatkan air panas dengan laju yang konstan. Air panas yang dihasilkan dinaikkan melalui sebuah sumur dan menggunakan sistem pemipaan, sebuah heat exchanger, pengatur aliran kemana panas tersebut akan digunakan. Sistem pembuang juga diperlukan untuk menginjeksikan air dingin ke bawah tanah atau membuangnya di permukaan.

Produksi Listrik 

Sebagian besar pembangkit listrik memerlukan uap untuk menghasilkan listrik. Uap tersebut digunakan untuk memutar sebuah turbin dan menggerakkan generator dan menghasilkan listrik. Saat ini masih banyak pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil untuk mendapatkan uap dengan jalan mendidihkan air. Sedangkan pembangkit listrik geothermal hanya membutuhkan uap yang dihasilkan dari reservoir air panas yang berada beberapa kilometer di bawah permukaan bumi.

Pembangkit listrik geothermal sendiri mempunyai tiga tipe berdasarkan uap yang dihasilkannya, yaitu : dry steam, flash steam dan binary cycle.

Pembangkit listrik geothermal dengan tipe dry steam mengambil uap dari bawah tanah. Uap tersebut dialirkan ke dalam sistem pemipaan secara langsung dari bawah tanah ke turbin di suatu pembangkit.

Tipe pembangkit geothermal flash steam adalah yang paling banyak digunakan. Mereka menggunakan reservoir air panas dengan temperatur lebih dari 182°C. Air super panas ini mengalir naik melalui sumur hasil pengeboran akibat tekanan yang ditimbulkannya sendiri.

Ketika bergerak naik, tekanannya mulai turun dan sebagiannya mendidih menjadi uap. Uap tersebut kemudian dipisahkan dari air dan digunakan untuk menggerakkan turbin dan generator. Air yang tersisa serta uap yang mengalami kondensasi diinjeksikan kembali ke dalam reservoir untuk kembali dipanaskan dan menjadi energi yang berkesinambungan.

Pembangkit listrik geothermal tipe binary cycle bekerja dengan memanfaatkan air panas yang bersuhu 107°— 182°C. Panas yang dimiliki air digunakan untuk mendidihkan suatu cairan tertentu yang biasanya terbuat dari bahan organik dengan titik didih rendah.

Cairan kerja tersebut diuapkan di dalam heat exchanger dan digunakan untuk memutar turbin. Air panas yang sudah mengalami penurunan suhu, diinjeksikan kembali ke bawah tanah untuk dipanaskan kembali. Dalam pembangkit tipe ini, air dan cairan kerja dipisahkan selama proses.

Pembangkit geothermal skala kecil, biasanya di bawah 5 MW, mempunyai potensi untuk dikembangkan di area pedesaan, bahkan bisa digunakan sebagai sumber energi terdistribusi dengan banyak jenis teknologi pembangkit yang bisa dikombinasikan guna meningkatkan unjuk kerja sistem distribusi listriknya.

referensi : 
- planethijau.com
- website kab. solok selatan
- skyscrapercity


[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : Progress Pembangunan Gedung Kejati Sumbar, Agustus 2012



Update pembangunan Gedung Kejati ( Kejaksaan Tinggi ) Sumatera Barat per 6 Agustus 2012.

Lokasi : Jln Raden Saleh, Padang, Sumatera Barat.
Perencanaan : 6 Lantai

Gedung Dishub (kiri) dan Gedung Kejati Sumbar (kanan)
Gedung Kejati Sumbar

[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : PROFIL KOTA BUKITTINGGI






SEJARAH


Bukittinggi dalam kehidupan ketatanegaraan semenjak zaman penjajahan Belanda, zaman penjajahan Jepang serta zaman kemerdekaan dengan berbagai variasinya tetap merupakan pusat Pemerintahan Sumatera bahagian Tengah maupun Sumatera secara keseluruhan, bahkan Bukittinggi pernah berperan sebagai Pusat Pemerintahan Republik Indonesia setela Yogyajarta diduduki Belanda dari bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949.

Semasa pemerintahan Belanda dahulu, Bukittinggi oleh Belanda selalu ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan, dari apa yang dinamakanGemetelyk Resort berdasarkan Stbl tahun 1828. Belanda telah mendirikan kubu pertahanannya tahun 1825, yang sampai sekarang kubu pertahanan tersebut masih dikenal dengan Benteng " Fort De Kock ". Kota ini telah digunakan juga oleh Belanda sebagai tempat peristirahatan opsir-opsir yang berada di wilayah jajahannya di timur ini.

Oleh pemerintah Jepang, Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian Pemerintah militernya untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan Thailand karena disini berkedudukan komandan Milioter ke 25. Pada masa ini Bukittinggi berganti nama dari Taddsgemente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho yang daerahnya diperluas dengan memasukkan nagari-nagari Sianok, Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu taba dan Bukit Batabuah yang sekarang kesemuanya itu kini berada dalam daerah Kabupaten Agam, di Kota ini pulalah Pemerintah bala tebtara Jepang mendirikan pemancar Radio terbesar untuk pulau Sumatera dalam rangka mengibarkan semangat rakyat untuk menunjang kepentingan peramg Asia Timur Raya versi Jepang.

Pada zaman perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia Bukitinggi berperan sebagai kota perjuangan. Dari bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949 ditunjuk sebagai Ibu Kota Pemerintahan darurat Republik Indonesia ( PDRI ), setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.

Selanjutnya Bukittinggi pernah menjadi Ibukota Propinsi Sumatera dengan  Gubernurnya Mr. Tengku Muhammad Hasan. Kemudian dalam peraturan Pemerintah Pengganti undang-undang No. 4 tahun 1959 Bukittinggi ditetapkan sebagai Ibu Kota Sumatera Tengah yang meliputi keresidenan-keresidenan Sumatera Barat, Jambi dan Riau yang sekarang masing-masing Keresidenan itu telah menjadi Propinsi-propinsi sendiri.

Jam Gadang (wikipedia)
Setelah keresidenan Sumatera Barat dikembangkan menjadi Propinsi Sumatera Barat, maka Bukittinggi ditunjuk sebagai Ibu Kota Propinsinya,. semenjak tahun 1958 secara defacto Ibukota Propinsi telah pindah ke Padangnamun secara deyuire barulah tahun 1978 Bukittinggi tidak lagi menjadi Ibukota Propinsi Sumatera Barat, dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1979 yang memindahkan Ibukota Propinsi Sumatera Barat ke Padang.

Sekarang ini Bukittinggi berstatus sebagai kota madya Daerah Tingkat II sesuai dengan undang-undang No. 5 tahun 1974 tentang Pokok Pemerintah di Daerah yang telah disempurnakan dengan UU NO. 22/99menjadi Kota Bukittinggi.

secara ringkas perkembangan Kota Bukittinggi dapat diloihat sebagai berikut :



A. Pada Masa Penjajahan Belanda

Semula sebagaiGeemente Fort De Kock dan kemudian menjadi Staadgemente Fort De Kock, sebagaimana diatur dalam Staadblad No. 358 tahun 1938 yang luas wilayahnya sama dengan wilayah Kota Bukittinggi sekarang.

B. Pada Masa Penjajahan Jepang

Pada masa ini Bukittinggi bernama Shi Yaku Sho yang wilayahnya lebih luas dari Kota Bukittingggi sekarang ditambah dengan nagari-nagari Sianok, Gadit, Ampang Gadang, BAtu taba dan Bukit Batabuah.

C. Pada Masa Kemerdekaan Sampai Sekarang

Pada masa permulaan proklamasi, luas wilayah Bukittinggi sama seperti sekarang ini dengan Waliktanya yang pertama yaitu Bermawi Sutan Rajo Ameh.
Kota Bukittinggi dengan ketetapan Gubernur Propinsi Sumatera No. 391 tanggal 9 Juni 1947 tentang pembentukan Kota Bukittinggi sebagai Kota yang berhak mengatur dirinya sendiri.
Kota Besar Bukittinggi sebagaimana yang diatur Undang-undang No. 9 tahun 1956 tentang Pembentukan Otonom Kota Besar Bukittinggi dalam lingkungan Propinsi Sumatera Tengah jo Undang-undang Pokok tentang Pemerintah Daerah No. 22 tahun1960.
Kotapraja Bukittinggi, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Pemerintah Daerah No. 1 tahun 1957 jo. Pen. Prs. No. 6 tahun 1959 jo. Pen. prs. No. 5 tahun 1960.
Kotamadya Bukittinggi sebagai mana diatur dalam Undang-undang No. 5 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintah Daerah.
Pimpinan Pemerintah Daerah, baik sebagai pejabat senentara ( Pjs ) atau sebagai pejabat (Pj), maupun sebagai Walikota Pilihan (KDH) dapat diterakan sebagai berikut :

  1. Bermawi Sutan RAjo Ameh
  2. Iskandar Teja KUsuma
  3. Jamin Dt. BAgindo
  4. Aziz Karim
  5. Enin Karim
  6. Saadudin Jambek
  7. Nauman Jamil Dt. Mangkuto Ameh
  8. MB. Dt. Majo Basa Nan Kuning
  9. Syahbuddin LAtif Dt. Sibungsu
  10. Dr. S. Rivai
  11. Bahar Kamil Marah Sutan
  12. Anwar Maksum Marah Sutan
  13. M. Asril, SH
  14. A. Kamal, SH
  15. Drs. Masri
  16. Drs. Oemar Gaffar
  17. Drs. B. Barhanudin
  18. Drs. Hasan Basri ( PLT. Walikota )
  19. Armedi Agus
  20. Drs. Rusdi Lubis ( PLT Walikota )
  21. Drs. H. Djufri
  22. Drs. H. Oktisir Sjovijerli Osir ( PLT. Walikota )
  23. Drs. H. Djufri  
  24. H.Ismet Amzis, SH ( sekarang)

Dengan bermacam ragamnya status maupun fungsi yang diemban Bukittinggi seperti yang diuraikan diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Bukittinggi memang cukup strategis letaknya dan ditunjang pula oleh hawanya yang sejuk, karenaterletak di jajaran Bukit Barisan.

Dilihat dari segi sosial kemasyarakatan, Bukitinggi tidak kurang pula perannya, baik dalam ukuran regional, Nasiopnal mupun Internasional. Dikota ini sering diadakan rapat-rapat kerja Pemerintah, Pertemuan-pertemuan ilmiah, kongres-kongres oleh organisasi kemasyarakatan dan lain sebagainya.

 HARI JADI

Penentuan hari jadi suatu kota sangat penting artinya, baik bagi warga masyarakatnya maupun bagi kota itu sendiri. Bagi Pemerintah Kota Bukittinggi arti hari jadi bertujuan untuk :

Mengetahui landasan histories kehidupan kota bagi memahami nilai-nilai ideal yang terkandung dalam pengalaman sejarahnya.
Memperoleh identitas kehadiran kota di pentas sejarah perkembangan bangsa secara keseluruhan.
Memperoleh landasan ideal dalam merintis perkembangan kota selanjutnya.
Berdasarkan hal-hal di atas, Pemerintah Kota Bukittinggi mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat baik yang berada di daerah maupun di perantauan, dan terakhir meminta pendapat DPRD memberikan alternative tanggal yang dapat ditetapkan sebagai hari jadi Kota Bukittinggi, setelah meminta pula pendapat beberapa Tokoh masayarakat baik yang berada di Kerapatan Adat Nagari (KAN) maupun Kerapatan Adat Kurai (KAK) dengan disertai harapan, hendaknya Pemerintah Daerah untuk penetapan tanggalnya yang pasti menunjuk suatu Badan atau Lembaga yang professional di bidangnya untuk menseminarkannya.
Museum Tri Daya Eka Dharma (wikipedia)

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan  di atas, Pemerintah Kota Bukittinggi, bekerjasama  dengan Universitas Andalas dan beberapa pakar sejarah baik di daerah maupun di tingkat nasional telah menseminarkannya.

Hasil seminar tersebut mendapat persetujuan DPRD Kota Bukittinggi dengan Surat Keputusan No.10/SK-II/DPRD/1988 tanggal 15 Desember 1988, akhirnya Pemerinath Daerah dengan Surat Keputusan walikota Kepala Daerah Kota Bukittinggi No. 188.45-177-1988 tanggal 17 Desember 1988 menetapkan Hari Jadi Kota Bukittinggi tanggal 22 Desember 1784

Sejarah Perkembangan Phisik Bukittinggi

Sejarah perkembangan phisik Bukittinggi dapat diuraikan sebagai berikut :

Pasar Atas
Pasar Atas didirikan di atas bukit Kandang Kabau pada tahun 1858, bangunan pertama los Galung dengan kontruksi kerangka besi berbentuk atap melengkung.
Kebun Binatang
Kebun Binatang ini dulunya dengan nama Kebun Bungo kemudian berubah nama menjadi Taman Puti Bungsu. Dengan Perda No. 2 tahun 1995 diberi nama Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan. Dibangun pada tahun 1900 dengan nama Stormpark di atas Bukit Cubadak Bungkuak oleh Conteleur Gravenzande. Pada tahun 1929 dilengkapi menjadi kebun binatang dengan pimpinan dokter hewan J.Ock.
Jenjang 40
Untuk menghubungi Pasar Atas ke Pasar Banto dan Pasar Bawah dinagunlah jejang 40. sebetulnya anak tangga yang ada pada jenjang tersebut berjumlah 100 buah, namun dinamai jenjang 40 karena jumlah anak tangga yang kecil pada sisi yang curam sebelah atas berjumlah 40 buah. Didirikan pada tahun 1898 masa Westeenek menjadi Asisten Agam.
Benteng
Benteng ini didirikan oleh Kapten Baeur pada tahun 1825 di atas Bukit Jirek, yaitu semasa Baron Hendrick Markus de Kock menjadi Komandan de Roepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Dari sinilah asal nama Fort de Kock.
Jam Gadang
Jam Gadang ini menjadi lambang kota Bukittinggi sehingga Bukittinggi sering juga disebut kota Jam Gadang, didirikan pada tahun 1926 oleh Countorleur Rookmaker.
Jenjang Gantuang
Jenjang gantuang ini didirikan pada tahun1932 sewaktu Cator Countoleur Agam Tuo yang dimanfaatkan sebagai jembatan penyebarangan dari Pasar lereng ke Pasar bawah.
Rumah Adat Baanjuang
Rumah adat ini didirikan pada tahun 1935 diatas Bukit Cubadak Bungkuak yaitu di dalam Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan sekarang pada masa J. Mandelaar Countroleur Agam Tuo. Dalam rumah adat ini banyak tersimpan benda-benda peninggalan sejarah bauk Bukittinggi maupun Minangkabau.
Sekolah-sekolah
Semenjak zaman penjajahan Belanda, di Bukittinggi sudah banyak didirikan sekolah yang merupakan satu-satunya untuk Sumatera, didukung cuaca yang sejuk Bukittinggi cocok untuk pendidikan.

Sekolah-sekolah yang didirikan adalah sebagai berikut :

a. Kweek School, satu-satunya untuk pulau Sumatera dan sekolah ini disebut juga sekolah Raja. Disinilah didik calon-calon guru untukl Bumiputra.
b. MOSVLA yang juga satu-satunya di Sumatera tempat calon-calon Pamong praja dan Kepolisian.
c. MULO terdapat 2 buah milik Pemerintah di Minang kabau dan 1 milik swasta yang dikelola oleh IVOORSA.
d. HIS milik Pemerintah 2 Buah dan 3 buah dikelola oleh swasta, yaitu 1 oleh PGI, 1 oleh VSM ( sekarang PSM ) dan 2 lagi didirikan oleh Zainuddin Sutan Kerajaan yang bernama VORSA, cabangnya di Medan dengan Nama IVORNO.
Rumah Sakit
Rumah Sakit Ahmad Mochtar yang sekarang, semula dibangun oleh Pemerintah Belanda untuk kepentingan Militernya, YARSI, Rumah sakit TNI- AD IV, Rumah sakit Pusat Pengembangan Penaggulangan Strok Nasioanal ( P3SN ) RSUP Bukittinggi dan Rumah Sakit Madina.

WILAYAH KOTA BUKITTINGGI

Kota Bukittinggi saat ini terdiri atas 3 kecamatan dengan 24 kelurahan. Bukittinggi akan mengadakan perubahan batas wilayah, dengan memasukkan sebagian wilayah Kabupaten Agam ke dalam wilayah kota Bukittinggi, sehingga nantinya kota Bukittinggi mempunyai luas 145,299 km2 yang terdiri dari 7 kecamatan dan 58 kelurahan/desa dengan jumlah penduduk 175.452 jiwa.

Sesuai dengan prosedur peraturan perundang-undangan realisasinya menunggu turunnya Peraturan Pemerintah tentang perubahan  batas wilayah tersebut.

KECAMATAN MANDIANGIN KOTO SELAYAN

Luas wilayah 12.185 Km2 (48,28%, mempunyai penduduk sebanyak 32.157 orang dengan kepadatan rata-rata 930 jiwa per-km2. kecamatan ini terdiri dari 9 Kelurahan yaitu :

  • Kelurahan Campago Ipuh
  • Kelurahan Campago Guguk Bulek
  • Kelurahan Kubu Gulai Bancah
  • Kelurahan Puhun Tembok
  • Kelurahan Puhun Pintu Kabun
  • Kelurahan Manggis
  • Kelurahan Pulai Anak Air
  • Kelurahan Garegeh
  • Kelurahan Koto Salayan

KECAMATAN GUGUK PANJANG

Luas wilayah 6,931 Km2 (27,07%, mempunyai penduduk sebanyak 38.510 orang dengan kepadatan rata-rata 5.638 jiwa per-km2. kecamatan ini terdiri dari 7 Kelurahan yaitu :

  • Kelurahan Kayu Kubu
  • Kelurahan Pakan Kurai
  • Kelurahan Benteng Pasar Atas
  • Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang
  • Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah
  • Kelurahan Tarok Dipo
  • Kelurahan Bukit Apit Puhun

KECAMATAN AUR BIRUGO TIGO BALEH

Luas wilayah 9,252 Km2 (24,778%, mempunyai penduduk sebanyak 20.733 orang dengan kepadatan rata-rata 3.316 jiwa per-km2. kecamatan ini terdiri dari 9 Kelurahan yaitu :


  • Kelurahan Belakang Balok
  • Kelurahan Birugo
  • Kelurahan Aur Kuning
  • Kelurahan Sapiran
  • Kelurahan Kubu Tanjung
  • Kelurahan Pakan Labuah
  • Kelurahan Ladang Cakiah
  • Kelurahan Parit Antang

Kota bukittingi berbatasan dengan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Agam, yaitu :

  • Sebelah Utara dengan Kecamatan Tilatang Agam
  • Sebelah Selatan dengan Banuhampu Sungai Puar
  • Sebelah Barat dengan IV Koto
  • Sebelah Timur dengan IV Angkat Candung



MASYARAKAT

Kota Bukittinggi mempunyai penduduk menurut data terakhir 98.505 orang dengan laju pertumbuhan rata-rata 2,04 % dan kepadatan rata-rata 3.905 jiwa per-Km. dengan semangat membangun masyarakat Bukittinggi yang cukup menggembirakan, terbukti dengan meningkatnya kesejahteraan hidup yang umumnya bermata pencarian sebagai pedagang, pegawa, petani, pengusaha indusrti kecil dan kerajinan serta jasa-jasa lainnya, dengan income perkapita tahun 2002 Rp. 8.200.265,87 dari data sementara, diperkirakan sampai akhir 2004 mencapai Rp. 8.500.000,00.

Sebagian besar penduduk kota Bukittinggi beragama Islam sekitar 97,89 % dan selebihnya beragama Katolik, Protestan, Budha dan Hindu. Penduduk terpadat berdomisili di kecamatan Guguk Panjang, karena pusat perdagangan dan kegiatan laian sebagian besar berada di kecamatan tersebut dengan kepadatan rata-rata 5.531 jiwa.km.

[sumber]



[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : Progress Masjid Raya Sumbar Juni 2012






NB : Klik gambar untuk ukuran maksimal

[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : PROFIL KABUPATEN AGAM








Kabupaten Agam adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
Penamaan kabupaten ini dengan nama kabupaten Agam, didasari oleh Tambo, dimana sebelumnya beberapa nagari yang berada dalam kawasan kabupaten ini sekarang, dahulunya dikenal juga dengan nama Luhak Agam. Kata agam dalam bahasa Minang hanya untuk merujuk kepada nama suatu kawasan, namun jika dirujuk dari bahasa Ibrani (agam, אגם), dapat bermaksud dengan danau atau kolam atau rawa-rawa serta juga dapat serumpun dengan kata agamon yang berarti alang-alang.



Sejarah
Kawasan kabupaten ini bermula dari kumpulan beberapa nagari yang pernah ada dalam kawasan Luhak Agam, pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, kawasan ini dijadikan Onderafdeeling Oud Agam dengan kota Bukittinggi sebagai ibukotanya pada masa itu.[6] Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1998, ditetapkan pada 7 Januari 1998, ibukota kabupaten Agam secara resmi dipindahkan ke Lubuk Basung.


Geografis
Kabupaten Agam terletak pada koordinat 00º01'34"– 00º28'43" LS dan 99º46'39"–100º32'50" BT dengan luas 2.232,30 km², atau setara dengan 5,29% dari luas provinsi Sumatera Barat yang mencapai 42.297,30 km². Kabupaten ini dilalui wilayah pegunungan yang terbentuk dari 2 jalur basin, yaitu Batang Agam di bagian utara dan Batang Antokan di bagian selatan. Pulau Tangah dan pulau Ujung adalah 2 pulau yang ada di kabupaten Agam dengan luas masing-masing 1 km².
Kabupaten Agam memiliki garis pantai sepanjang 43 km dan sungai berukuran kecil yang bermuara di Samudera Hindia, seperti Batang Agam, dan Batang Antokan. Di kabupaten ini menjulang 2 gunung, yaitu gunung Marapi di kecamatan Banuhampu dan gunung Singgalang di kecamatan IV Koto yang masing-masing memiliki tinggi 2.891 meter dan 2.877 meter. Selain itu, membentang pula sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, yaitu danau Maninjau yang memiliki luas 9,95 km².
Kabupaten Agam memiliki ketinggian yang sangat bervariasi, yaitu antara 0 meter sampai 2.891 meter di atas permukaan laut dengan gunung Marapi di kecamatan Banuhampu sebagai titik tertinggi. Topografi bagian barat kabupaten ini relatif datar dengan kemiringan kurang dari 8%, sedangkan bagian selatan dan tenggara relatif curam dengan kemiringan lebih dari 45%.
Seperti daerah lainnya di Sumatera Barat, kabupaten Agam mempunyai iklim tropis dengan kisaran suhu minimun 25 °C dan maksimum 30 °C. Tingkat curah hujan di kabupaten Agam mencapai rata-rata 3.200 mm per tahun, dimana daerah sekeliling gunung lebih tinggi curah hujannya dibanding daerah pantai. Sedangkan kecepatan angin minimun di kabupaten ini adalah 4 km/jam dan maksimum 20 km/jam.
Lebih dari 38,1% luas kabupaten ini, atau sekitar 85 km² merupakan daerah yang masih ditutupi hutan lebat. Hutan-hutan tersebut, selain menjadi cadangan persediaan air, merupakan suaka bagi berbagai hewan yang dilindungi, di antaranya harimau Sumatera, rusa, kijang, siamang, dan berbagai jenis burung seperti burung kuau, burung muo, burung ketitiran, burung pungguk, dan burung balam.[7]
Kabupaten Agam memiliki batas wilayah administrasi pemerintahan sebagai berikut:


Utara   : Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat
Selatan : Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar
Barat : Samudera Hindia
Timur : Kabupaten Lima Puluh Kota


Pemerintahan
Sistem administrasi pemerintahan di kabupaten Agam terbagi dalam 16 kecamatan, 82 nagari, dan 467 jorong dengan ibu kota terletak di Lubuk Basung[8]. Sejak keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 1999 tentang perubahan batas wilayah kota Bukittinggi dan kabupaten Agam, timbul konflik dan penolakan dari masyarakat yang wilayahnya dimasukan ke dalam wilayah administrasi kota Bukittinggi. Masyarakat Agam merasa nyaman dengan penerapan pemerintahan nagari dibandingkan berada dalam sistem kelurahan. Selain itu timbul asumsi, masyarakat kota yang telah heterogen juga dikhawatirkan akan memberikan dampak kepada tradisi adat dan kekayaan yang selama ini dimiliki oleh nagari.[9]
[sunting]Perwakilan
Pada Pemilu Legislatif 2009, DPRD kabupaten Agam tersusun dari perwakilan sembilan partai.


Kependudukan
Jumlah penduduk kabupaten Agam pada sensus tahun 2008 mencapai 445.387 orang, terdiri dari 215.097 laki-laki dan 230.290 perempuan. Kecamatan Lubuk Basung merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu 62.131. Dengan luas wilayah 2.232,30 km² dan didiami oleh 445.387 orang, maka dapat dipastikan bahwa tingkat kepadatan penduduk kabupaten ini adalah 199 orang per km², dimana kecamatan IV Angkek merupakan kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya, yaitu 1.223 orang per km².
Kabupaten ini memiliki jumlah angkatan kerja 203.799 orang dan sekitar 11.435 orang di antaranya merupakan pengangguran.[3] Kabupaten ini didominasi oleh suku bangsa Minangkabau, namun terdapat pula suku bangsa lainnya seperti Jawa dan Batak.




Perekonomian


Saat ini, perekonomian kabupaten Agam dibentuk oleh sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, pertambangan, pariwisata dan industri. Kontribusi sektor-sektor tersebut cukup signifikan bagi kehidupan sosial budaya masyarakat di kabupaten Agam dan hal ini juga disokong dengan selesainya pembangunan tiga buah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Maninjau atau PLTA Maninjau dan dua buah PLTA di Batang Agam sebagai salah satu sumber energi listrik. PLTA Maninjau I menghasilkan listrik 68 MW, Maninjau II 39 MW, dan Maninjau III 16 MW. Sementara PLTA Batang Agam I dan II masing-masing memproduksi listrik 10 MW.[7]
Sebagai mata pencaharian utama dari penduduk di kabupaten Agam adalah pada bidang pertanian, dengan padi sebagai produk unggulan,[16] produksi padi dari kawasan ini dapat mencapai 12.992 ton. Padi beserta sayuran seperti kol, kentang, tomat, cabai, dan wortel merupakan komoditi pertanian yang cukup dominan dan menjadi pemasok utama bagi kawasan lainnya. Kabupaten ini telah memanfaatkan lahan untuk pertanian tanaman pangan ini sudah mencakup sekitar 36% dari luas wilayahnya. Selain itu perkembangan komoditi sayuran sangat didukung pula oleh kondisi fisik wilayah yang sebagian besar berada pada daerah ketinggian.
Kabupaten Agam berpotensi pada sektor perkebunan, terutama dengan komoditi andalannya, yaitu kelapa sawit. Nilai ekspor yang diperoleh dari kelapa sawit cukup tinggi, karena permintaan akan kelapa sawit di pasaran internasional juga cukup tinggi.
Selain itu di kabupaten Agam masih terdapat komoditi andalan lainnya seperti kakao dan kopi. Tanaman lain yang menghasilkan produksi besar adalah tebu dan kulit manis, walaupun volume produksinya tidak sebesar kelapa sawit.
Sementara itu pengembangan perikanan selain dari hasil laut, adalah pengembangan perikanan air tawar diantaranya ikan nila, juga terus ditingkatkan terutama pada kecamatan Tanjung Raya dan Lubuk Basung. Pembudidayaan dengan pola intensif ini dilakukan melalui pembudidayaan ikan di Kolam Air Tawar (KAT) 544,94 Ha, Kolam Jaring Apung (KJA) 595, Unit Keramba (KRB) 440 unit dan sawah (SWH) 37,70 Ha. Dan hasil produksi perikanan ini berpotensi untuk diekspor, terutama dalam bentuk fillet ikan nila[17].
Saat ini kegiatan pertambangan di kabupaten Agam belum dikelola dan dikembangkan, padahal di dalam tanahnya tersimpan bahan galian strategis yang belum tersentuh sama sekali. Di kawasan kabupaten Agam terindikasi zona alterasi dan mineralisasi yang membawa mineral logam, endapan pasir besi serta bahan galian industri lebih kurang 12 macam.


[sumber]

[Read More...]


ZONA WEST SUMATRA : PROFIL KOTA PADANG



Logo Kota Padang

Kota Padang adalah salah satu Kota tertua di pantai barat Sumatera di Lautan Hindia. Menurut sumber sejarah pada awalnya (sebelum abad ke-17) Kota Padang dihuni oleh para nelayan, petani garam dan pedagang. Ketika itu Padang belum begitu penting karena arus perdagangan orang Minang mengarah ke pantai timur melalui sungai-sungai besar. Namun sejak Selat Malaka tidak lagi aman dari persaingan dagang yang keras oleh bangsa asing serta banyaknya peperangan dan pembajakan, maka arus perdagangan berpindah ke pantai barat Pulau Sumatera.


Suku Aceh adalah kelompok pertama yang datang setelah Malaka ditaklukkan oleh Portugis pada akhir abad ke XVI. Sejak saat itu Pantai Tiku, Pariaman dan Inderapura yang dikuasai oleh raja-raja muda wakil Pagaruyung berubah menjadi pelabuhan-pelabuhan penting karena posisinya dekat dengan sumber-sumber komoditi seperti lada, cengkeh, pala dan emas.


Kemudian Belanda datang mengincar Padang karena muaranya yang bagus dan cukup besar serta udaranya yang nyaman dan berhasil menguasainya pada Tahun 1660 melalui perjanjian dengan raja-raja muda wakil dari Pagaruyung. Tahun 1667 membuat Loji yang berfungsi sebagai gudang sekaligus tangsi dan daerah sekitarnya dikuasai pula demi alasan keamanan.


Selanjutnya :


7 Agustus 1669,
puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda dengan menguasai Loji-Loji Belanda di Muaro, Padang. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir kota Padang.


20 Mei 1784


Belanda menetapkan Padang sebagai pusat kedudukan dan perdagangannya di Sumatera Barat. Padang menjadi lebih ramai setelah adanya Pelabuhan Teluk Bayur.


31 Desember 1799.
Seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial dan Padang dijadikan pusat kedudukan Residen.


1 Maret 1906.
Lahir ordonansi yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang berlaku 1 April 1906.


9 Maret 1950.
Padang dikembalikan ke tangan RI yang merupakan negara bagian melalui SK. Presiden RI Serikat (RIS), No.111 tanggal 9 Maret 1950.


15 Agustus 1950.
SK. Gubernur Sumatera Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Agustus 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah otonom sementara menunggu penetapannya sesuai UU No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke Walikota Padang.


29 Mei 1958.
SK. Gubernur Sumatera Barat No. 1/g/PD/1958, tanggal 29 Mai 1958 secara de facto menetapkan kota Padang menjadi ibukota propinsi Sumatera Barat.


Tahun 1975
Secara de jure Padang menjadi ibukota Sumatera Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, dengan Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang Walikota.*


Pada awalnya luas Kota Padang adalah 33 Km2, yang terdiri dari 3 Kecamatan dan 13 buah Kampung, yaitu Kecamatan Padang Barat, Padang Selatan dan Padang Timur. Dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1980 tanggal 21 Maret 1980 wilayah Kota Padang menjadi 694,96 Km2, yang terdiri dari 11 Kecamatan dan 193 Kelurahan. Dengan dicanangkannya pelaksanaan otonomi daerah sejak Tanggal 1 Januari 2001, maka wilayah administratif Kota Padang dibagi dalam 11 Kecamatan dan 103 Kelurahan. Dengan Keluarnya Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Pembentukan organisasi Kelurahan Maka jumlah Kelurahan di Kota Padang menjadi 104 Kelurahan.



Geografi







Kota Padang adalah ibukota Propinsi Sumatera Barat yang terletak di pantai barat pulau Sumatera dan berada antara 0o 44' 00" dan 1o 08' 35" Lintang Selatan serta antara 100o 05' 05" dan 100o 34' 09" Bujur Timur. Menurut PP No. 17 Tahun 1980, luas Kota Padang adalah 694,96 km2 atau setara dengan 1,65 persen dari luas Propinsi Sumatera Barat. Kota Padang terdiri dari 11 kecamatan dengan kecamatan terluas adalah Kota Tangah yang mencapai 232,25 km2.


Dari keseluruhan luas Kota Padang sebagian besar atau 52,52 persen berupa hutan yang dillindungi oleh pemerintah. Berupa bangunan dan perkarangan seluas 9,01 persen atau 62,63 km2 sedangkan yang digunakan untuk lahan sawah seluas 7,52 persen atau 52,25 km2.


Selain di daratan pulau Sumatera, Kota Padang memiliki 19 pulau dimana yang terbesar adalah Pulau Sikuai di Kecamatan Bungus Teluk Kabung seluas 38,6 km2, Pulau Toran di kecamatan Padang Selatan seluas 25 km2 dan Pulau Pisang Gadang seluas 21,12 km2 juga di Kecamatan Padang Selatan.


Wilayah daratan Kota Padang yang ketinggiannya sangat bervariasi, yaitu antara 0-1853 m diatas permukaan laut dengan daerah tertinggi adalah Kecamatan Lubuk Kilangan. Kota Padang memiliki banyak sungai, yaitu 5 sungai besar dan 16 sungai kecil, dengan sungai terpanjang yaitu Batang Kandis sepanjang 20 km. Tingkat curah hujan Kota Padang mencapai rata-rata 405,58 mm perbulan dengan rata-rata hari hujan 17 hari per bulan pada tahun 2003. suhu udaranya cukup tinggi yaitu antara 230-320 C pada siang hari dan pada malam hari adalah antara 220-280 C. Kelembabannya berkisar antara 78-81 persen.


LETAK GEOGRAFIS KOTA PADANG


1. Letak Daerah 000 44' 00'' - 01' 08'' 35'' LS
Location of Area 1000 05' 05'' - 1000 34' 09'' BT

2. Luas Daerah 694,96 Km2 
Size of Area (PP No. 17 Tahun 1980)

3. Panjang Pantai 68,126 Km
Length of Beach ( Diluar pulau-pulau kecil/exclude small island)

4. Jumlah Sungai 5 buah Besar / Big
Number of River 16 buah Kecil / Small

5. Temperatur 22 C - 31,7 C 
Temperature

6. Curah Hujan 384,88 mm / bulan (mm/maounth)
Rainfalls

7. Keliling 165,35 Km
Surrounding

8. Daerah Efektif (termasuk Sungai) 205,007 Km2 
Effective Area (Include River Area)

9. Daerah Bukit (termasuk Sungai) 486,209 Km2 
Mountain Area (Include River Area)

10. Jumlah Pulau 19 Buah
Number of Island 





sumber : internet

[Read More...]


Lirik Lagu Minang : Febian - Payuang daun pisang




Sairiang balam-balam nan jo barabah
Kicau nan dek balain oi pikek, balain adaik
Kicau nan dek balain oi pikek, balain adaik

Sabimbiang bana jo dagang susah
Bansaik kok bamain oi cinto, patah di tangan
Bansaik kok bamain oi cinto, patah di tangah

Saguluang banang diak kanduang kayu sababan
Kabeknyo ko lungga diak kanduang baserak juo
Kabeknyo ko lungga diak kanduang baserak juo

Sapayuang bana di tangah hujan
Payuang daun pisang diak kanduang ka basah juo
Payuang daun pisang diak kanduang ka basah juo

Oh timbang-timbanglah manyamai padi
Alun tantu hujan di hulu
Timbang-timbanglah di hati jo denai babagi rindu
Kok sansaro isuak manyasa diri

Saguluang banang diak kanduang kayu sababan
Kabeknyo ko lungga diak kanduang baserak juo
Kabeknyo ko lungga diak kanduang baserak juo

Sapayuang bana di tangah hujan
Payuang daun pisang diak kanduang ka basah juo
Payuang daun pisang diak kanduang ka basah juo
liriklaguminang.blogspot.com
Oh timbang-timbanglah manyamai padi
Alun tantu hujan di hulu
Timbang-timbanglah di hati jo denai babagi rindu
Kok sansaro isuak manyasa diri

Timbang-timbanglah di hati jo denai babagi rindu
Kok sansaro isuak manyasa diri

Download Lagu Febian
[Read More...]


Lirik Lagu Minang : Febian - Seso rindu




Caro Adiak mamandang
Cando ambun turun
Yo pambasah kariang di gurun
Hati maranggeh kini babungo rindu

Caro Adiak manyapo
Cando buluah rindu
Tatagun datak jantuang Denai ko
Malu-malu, galak bakurun yo nan manggilo

Indak, indak biasonyo jantuang ko langang
Indak, indak biasonyo hati ko gamang

Pambariangan panuah bayang
Rasonyo amuah Den bajalan
Bia Den turuik Adiak malam ko
Nak rado rindu manyeso

Caro Adiak manyapo
Cando buluah rindu
Tatagun datak jantuang Denai ko
Malu-malu, galak bakurun yo nan manggilo

Indak, indak biasonyo hati ko langang
Indak, indak biasonyo jantuang ko gamang

Pambariangan panuah bayang
Rasonyo amuah Den bajalan
Bia Den turuik Adiak malam ko
Nak rado rindu manyeso

Download Lagu Febian
[Read More...]


Lirik Lagu Minang : Febian - Ratok perantauan




Mandeh.. mohon diparatian
Den tarapuang di rantau urang deh malang
Mandeh.. sulik diri manumpang
Sarik dun sanak tampek batenggang deh malang
Sansainyo badan di darai seso bakapanjangan

Ooh.. mato balinangan takana kampuang tabayang sayang
Yo indak tatahan taragak kama di kadukan
Ooh.. tinggalah dulu kampuang halaman tingga tapian
Yo antah pabilo nan den sayang nyo dapek den jalan
Yo denai rilakan cinto kok lapeh dari ganggaman

Mandeh.. mohon diparatian
Den tarapuang di rantau urang deh malang
Mandeh.. sulik diri manumpang
Sarik dun sanak tampek batenggang deh malang
Sansainyo badan di darai seso bakapanjangan

Ooh.. mato balinangan takana kampuang tabayang sayang
Yo indak tatahan taragak kama di kadukan
Ooh.. tinggalah dulu kampuang halaman tingga tapian
Yo antah pabilo nan den sayang nyo dapek den jalan
Yo denai rilakan cinto kok lapeh dari ganggaman

Download Lagu Febian
[Read More...]


Lirik Lagu Minang : Febian - Selamat pagi Minangkabau




Selamaik pagi Minangkabau
Pagi ko taraso galau
Murai batu lupo bakicau
Takalok garin di surau

Oo.. mati raso
Baragam salah jo buruak cando
Saluak cabiak ndeh malang
Bundo anggan manjaik
Saroban putiah acok tingga di lamari

Minangkabau s’lamat pagi
Surau tuo samakin sunyi
Minangkabau s’lamat pagi
Rumah gadang tirik-tirik
Minangkabau s’lamat siang
Bajamaah korupsi di Minang
Minangkabau salamaik siang
Mulai lubuak nan dulu tak lekang
Bundo sadiah, bundo manangih...
Bundo manangih

Selamaik pagi Minangkabau
Pagi ko taraso galau
Murai batu lupo bakicau
Takalok garin di surau

Oo.. mati raso
Baragam salah jo buruak cando
Saluak cabiak ndeh malang
Bundo anggan manjaik
Saroban putiah acok tingga di lamari

S’lamat sore Minangkabau
Bapak rutiang samakin risau
S’lamat sore Minangkabau
Kamanakan mabuak putau
S’lamat malam Minangkabau
Nurani kito lagi manggilo
S’lamat malam Minangkabau
Jo kuniang kito basilau
Bundo takuik ko hilang Minang tingga kabau
Hmm kok hilang Minang tingga Kabau

Bundo takuik
Kok hilang Minang tingga Kabau..
Cameh bundo kok hilang Minang
Tingga Kabau..
Bundo rusuah
Kok hilang Minang tingga Kabau..

Download Lagu Febian
[Read More...]


Lirik Lagu Minang : Febian - Katiko cinto musti mangalah



Manangiahlah adiak sayang
Aie mato usahlah adiak tahan
Bialah tagarai bajatuhan
Bia mambaban padiah luko pisah sayang

Antaro kito ado jurang
Indak mungkin kito sabimbiang tangan
Ayah bundo usah samakan
Salagi kito, salalu kito oh mangapa bungo

Mustinyo cinto tak singgah
Mustinyo pintu hati ka babuka
Mustinyo rindu-rindu ko
Indak acok nyalo
Ulah denai nan tak pandai
Mangukua bayang-bayang diri
Adiak lah tabaok sansai
Cinto hanyo mimpi.. u u uu..
Cinto hanyo mimpi

Antaro kito ado jurang
Indak mungkin kito sabimbiang tangan
Ayah bundo usah samakan
Salagi kito, salalu kito oh mangapa bungo..

Mustinyo cinto tak singgah
Mustinyo pintu hati ka babuka
Mustinyo rindu-rindu ko
Indak acok nyalo
Ulah denai nan tak pandai
Mangukua bayang-bayang diri
Adiak lah tabaok sansai
Cinto hanyo mimpi.. u u uu..

Oh.. katiko cinto musti mangalah..
Oh.. katiko cinto patah di tangah..
Oh.. sakiknyo sakik
Kasiah mangadu hati tasambilu
Oh.. katiko cinto musti mangalah..
Oh.. katiko cinto patah di tangah..
Oh.. katiko cinto musti mangalah..

Download Lagu Febian
[Read More...]


Download Lagu Minang : Febian - 10 Karya Agung Taher



Download - Febian - Kotiko Cinto Musti Mangalah.mp3

Download - Febian - Salamaik Pagi Minangkabau.mp3

Download - Febian - Ratok Parantauan.mp3

Download - Febian - Payuang Daun Pisang.mp3

Download - Febian - Langang di Bulan Tarang.mp3

Download - Febian - Seso Rindu.mp3

Download - Febian - Joged Lalala.mp3

Download - Febian - Seso Parambah Rimbo.mp3

Download - Febian - Bialah Angin Nan Tahu Rindu.mp3

Download - Febian - Anak Jalanan.mp3


[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors